jump to navigation

Dua Tahun Sejak Kecelakaan Tucuxi, Ricky Elson Membeberkan Kronologi Kecelakaan dan Lahirnya SELO Januari 5, 2015

Posted by nichoz in : Otomotif , trackback

Kecelakaan Tuxuci

Msih ingat kejadian heboh 2 tahun lalu ??? Ya,,, Kecelakaan mobil Listrik Sport Tucuxi Buatan anak bangsa itu akan tetap menjadi sejarah perkembangan mobil listrik di negara kita. Mungkin masih banyak yang belum tahu bagaimana kecelakaan tersebut bisa terjadi. Lewat FB. Ricky Elson ( Pembuat Mobil Listrik Selo ) membeberkan semuanya. Mulai dari firasat yang kurang baik sebelum kecelakaan. Sampai detik-detik menjelang kecelakaan serta kisah lahirnya Selo Mobil listrik generasi kedua diceritakan secara detail. Berikut kisahnya : 

2 Tahun dari Pelajaran Besar
antara Hidup dan Mati bersama Dahlan Iskan

Bertepatan dengan tanggal yang sama,
ya 5 Januari, Dua tahun lalu, 2013.

Sebuah pelajaran hebat,
yang sungguh saya terima dengan penuh kesyukuran.
dan mungkin bagi beliau juga begitu.

Meskipun saya sudah memaksa beliau
untuk tidak melanjutkan perjalanan
namun Semangat beliau sungguh kuat..
” Battery OK, AC OK, Power Steering OK.. Abah”
“namun Rem Tidak”.. sambungku
“Loh, Kenapa Anda tidak Percaya diri”
pertanyaan ini sangat menusuk…
” benar saya tidak percaya diri Abah,
karna dari Ujicoba sepanjang akhir tahun
di Turgo, Merapi.. saya paling khawatir dgn Rem,
Regenerative Brake Tidak Berfungsi,
Kita hanya mengandalkan Rem Mekanik
(karna mobil cantik ini didesain tanpa Gearbox)

Beliau Diam, beliau tak mau melanjutkan percakapan
yang unjung nya mencari kambing hitam..

“sampe Rumah (kediaman beliau di Magetan) hanya 15mnt lagi,
jalannya sudah datar.. ” sambung Abah..

Saya bertanya,”Apakah abah benar2 siap?”
tanyaku, yang sudah berfirasat tak baik,
begitu juga beliau..
namun saya tahu sekali ada yang membara..
kecil menyala di dada belaiu..
“Kerjakan segala sesuatu hingga Tuntas”
meski setelah membaca semua ini sebagian orang akan menganggap konyol..

“siaap, ayooo berangkat”.. jawab Abah singkat
saya mengulurkan tangan mengajak Salaman..
menerima dengan sepenuhnya binar mata sang Guru..
Ia menjabat erat tangan saya, lalu segera masuk ke Tucuxi.
dan saya juga segera duduk di kursi sebelahnya.

Mobil melaju, dengan hati yang masih was was..
saya memulai pembicaraan..
” Abah… beginikah perjuangan itu..
sehingga untuk memperjuangkan masa depan Negri ini
seorang mentri seperti abah (yg sudah Tua begini)
harus bertaruh nyawa.”..
” ya terus kenapa..? ”
” ya gitu.. ga apa apa…” jawab beliau singkat..
lalu kami diam…

tak berapa lama kemudian..
beliau memanggil saya,
“Rick… Astagfirullaah, rem (sudah) Tak berfungsi”
Saya masih belum mampu mencernanya..
Sekilat waktu saya Nanar..
dengan fikiran yang sudah melayang kemana mana.

Jalan, Turunan..
tak datar seperti yg beliau sampaikan.
kecepatan mendekati 50km/h
didepan Rombongan dengan Minibus berisi lebih 8 orang..
kita berada di jalur kiri, dari Solo ke Magetan
disebelah Kiri Jurang..
disebalah jalur kanan, tebing bukit batu..

“astaghfirullaah” , jeritku didalam hati..
Segera kulepaskan Seat Belt type Sporty (sangat erat)
yang mengikat tubuh, reflek bersiap2 memeluk beliau,
untuk waktu yg tak diinginkan..

“Abah…” sambil menarik nafas dalam dalam..
“mohon abah tenang, konsen pada Steering,
dan coba injak rem lagi”
dengan tenang beliau menjawab..
” Oh, anda masih bisa tenang..
dalam keadan begini… bagus…”
” Rem sudah Ndak bisa, kakiku udah kram… dari tadi”
wajah nya tak panik.. berusaha masuk ke jalur kanan,
karna Alhamdulillaah pengawalan polisi telah mengosongkan jalur kanan.
” Ok, Abah.. sekarang apa yang kita lakukan”
fikiran ku adalah mengajak beliau melompat..
dengan tenang beliau menjawab..
” Rick, aku harus menghentikan mobil ini…”
“Iya Abah..” jawab saya.
“Rick, kita Ndak boleh mengorbankan orang lain”
matematikan saya begitu cepat..
bahasa negasi nya adalah..
“kita hanya boleh mengorbankan kita”
“Siaap Abah..” jawab ku..dalam sembari Nurani menjerit pada Ilahi
memohon pertolongan SANG MAHA BERKEHENDAK..
Pilihan Tinggal dua, kita ga boleh nabarakkan mobi ini
ke mobil rombongan di depan..,
jadi tinggal pilih Jurang di kiri, atau Tebing di kanan..

Beliau sangat logis..
dengan singkat..
” Rick, saya mau tabrakkan ke Tebing”
” iya Abah..” jawabku dalam
” Anda siap…?” tanya beliau
Sesaat jeritan saya mengejar penjuru langit..
Mencari Sang Maha Berkehendak..
“Engkau YANG MAHA TAHU..apa yang kami Tunjukkan
dan Apa yang kami sembunyikan..
Sungguh Engkaulah yang maha tahu tentang
apa yang di tuduhkan pada Kami tentang Pencurian Teknologi
Sungguh Engkau lah yang MAHA TAHU,
tentang Niat yang ada didalam dada kami..
Sungguh Engkau pula lah Yang MAHA TAHU protesku pada acara di Solo tadi
Sungguh Engkaulah yang MAHA TAHU kebodohan kami,
dan Sungguh hanya kepada Engkaulah kami berserah..
Terserah Engkau sajalah Tuhan YANG MAHA BERKEHENDAK”
tutupku didalam hati…
lalu yang tersisa..
hanyalah sebuah ketenangan…

segera kujawab pertanyaan Bapak Mentri Dahlan Iskan..
” Bismillaah… silahkan Abah,
Silahkan…” dengan penuh senyuman..

sekejap beliau tersenyum pada saya
dan membanting Stir kearah Tebik bukit itu
hampir dalam kecepatan 60km/h karna Bobot mobil
2.5 ton…
dan saya sudah tak ingat lagi..
hanya bunyi benturan, dan kaca yang hancur..
tampilan foto dibawah adalah jejak semua ini..

lalu mobil terhenti,
setelah membentur Isuzu Panther di depan..
dan saya tersadar,
saya udah nongkrong didepan Abah tercinta
Alahamdulillaah, Hanya dengan KUASA dan KEHENDAKNYA
kami berdua, tidak mengalami luka sedikit pun..

Setelah itu berbagai simpang siur
Hujatan, Cacian, Hinaan..
dan sedikit rasa Simpati.. kami Terima
Sebagai Pelajaran berikutnya..

Hari itu, bukanlah bala..
namun sebuah Berkah. Ilmu dari Yang MAHA BERILMU

“Rick,.. maafkan saya Ndak dengerin nasehat anda”
ucap beliau, 1 jam kemudian setelah bertemu dengan saya lagi
Saya segera memeluk beliau
“Tidak Abah, tak ada yang harus saya maafkan
karna tak ada yang salah..”
Mamak (istri Abah) juga memeluk ku
“Cemas, mamak naakkk….”
agak lama beliau memelukku dan
bercerita betapa bahagianya beliau
mendengar kami selamat.

Abah memanggilku,
“Rick, anda jerakah? mengembangkan Mobil listrik?”
sambil tersenyum.. “insyaaAllaah tidak Abah”
” Oke, persoalan ini.. saya yang selesaikan..
anda tak perlu khawatir.., Anda dan team Fokus saja,
anda bikin yang jauh lebih baik.. ,
lalu kita lewat sana lagi ya..”
dan saya pun tertawa lega..

segera kudatangi Rombongan Team KUPU KUPU MALAM
yang melakukan Pembuatan Mobil Listrik Tucuxi
hasil Rancangan Pak Danet Suryatama itu.

“saudara ku, Mas Kunto, Mas Rudi dan Team
jangan bersedih.. meski sulit
kami baik baik saja..
Ini berat bagi kita.. namun kita harus berjalan terus
saya dapat Amanah..
Kita diminta Abah, membuat mobil baru..
hasil rancangan kita sendiri
hasil fikiran kita sendiri
dan harus dari tangan kita Sendiri..
yang lebih baik.. bismillaah”

dan Team KUPU KUPU MALAM mas Rudi,
segera, menyatakan siap..

“HARI ITU SELO terlahir…”

setelah itu, hiruk pikuk..
dan kami bertahan dalam badai..
badai Hujatan, Cacian, Hinaan
mulai dari pencuri teknologi,
hingga ke orang Syirik yang Ruwatan..
tak satupun yang boleh kujawab dan klarifikasi
pada saat itu,.. itu pesan Abah
” Saya.. yang Bertanggung Jawab”
ucapnya tegas..

tanpa diketahui media masa..
Isi perut Tucuxi.. kami masukkan kedalam NiSSAN TERRANO
6 bulan lamanya kami uji coba,
mendalami apa yang terjadi..
dan benar dugaan kami.. bahwa
Sang Perancang, (mungkin tak sengaja) tak berhasil mengaktifkan
REGENERATIVE BRAKE, fungsi menjadikan Motor penggerak
sebagai Generator, untu mengerem
seperti pada rem sepeda yg menghidupkan lampu..
itulah, mengapa.. Abah sepanjang perjalanan
berkata,
“Rick, tak seperti yang anda bilang
bahwa mobil listrik akan mengerem
jika kaki dianggkat dari pedal accelerator”

Alhamdulillaah , kami menjadi sangat hati hati sekali setelah itu
dan Selo memiliki 3 pengaman
1. Rem Mekanik, seperti layaknya mobil Sport
2. Rem Mesin, dengan adanya Gear Box
3. dan Regenerative Brake system

Pelajaran dari Kecelakaan Tucuxi,
mengajarkan berbagai hal hingga kesabaran pad kami
Meski saat ini tak ada kejelasan tentang perizinan..
kami masih terus berjuang…
dibelakang layar panggung Negri ini

20150105, Ciheras…
Sebuah Cerita, Pengingat Langkah
di Negri Tercinta

untuk Abah Dahlan Iskan yg saya Cintai..
Doa kami selalu untuk mu
Terima kasih untuk Mengajak kami Bermimpi..
dengan dada yang Membara..
wahai Raja Negri ku… yang tlah lama terdiam

CC : Hormat dan kagum saya untuk Mas B.kunto Wibisono dan teamKupu-Kupu Malam 100% Pengrajin Mobil Yogyakarta yang sungguh Hebat..
Akan kah tahun 2015 ini kita akan bermimpi dan bergelora seperti 2 tahun lalu?

========================================================

Ada hikmah disetiap kejadian. Saya sendiri masih bermimpi, mobil listrik nasional berlalu lalang di jalanan negri ini. Alangkah sejuknya udara tanpa asap kendaraan BBM. Semoga suatu hari nanti mobil listrik nasional jaya di negri sendiri.

 

Comments»

1. Rideralam - 05/01/2015

two thumbs up untuk DI

2. Nichoz Ahmad - 05/01/2015

Jozzz

3. danisubject - 05/01/2015

60 km jam ga ada gerbox serasa naik sepeda rem nya di copot

4. Nichoz Ahmad - 05/01/2015

Ini juga bikin heboh dunia… setelah kejadian ini mobil listrik tanpa gearbox disluruh dunia langsung di cek…

5. danisubject - 05/01/2015

hm ,riset gratis buat seluruh dunia kali ya

6. Nichoz Ahmad - 05/01/2015

Taruhanya nyawa

7. danisubject - 06/01/2015

makanya itu pabrikan selalu coba pake simulator . kalo bener bener aman pake simulator baru di coba . itu pun ada pengawalannya banyak

8. Adi Priadi - 13/02/2015

Berbagai Penjajah di negeri yg kita cintai memang mewariskan watak dan sikap pada para pemimpin kita. boeat pak Dahlan Iskan= kiranya pemimpin kita perlu melakukan operasi hati seperti anda, agar kelak benar tulus mencintai rakyatnya! tdk karena pencitraan, kekuasaan, intrik dan php. save#our smart generation# from the stupid leader.

9. (selalu) tak berharganya peneliti indonesia, dibalik cerita SELO | today's break - 25/06/2015

[…] berita didapat dari : akun ricky elson | cerita Tuxuci dan SELO dan sumber lain yang […]