jump to navigation

Perjalanan Ke Kawah Putih Ciwidey Bandung, Tersesat Yang Menyenangkan (Bagian 1) Juli 1, 2013

Posted by nichoz in : Touring , trackback

kawah putih

Pagi itu, Sabtu 28 Juni 2013 saya bangun seperti biasa, jam 03:55. Setelah mematikan alarm, saya pun duduk sebentar untuk sekedar mengumpulkan nyawa. Akhir minggu ini ada 3 hari libur. Tapi kegiatan tetep padat ( sok sibuk :mrgreen: ). Hari sabtu mau touring ke Kawah Putih Ciwidey Bandung. Minggu, mau ke istiqlal menghadiri Kajian Islam Bulanan Ust. Yusuf Mansur. Senin nya ke Ocean Park BSD city Tangerang. Ada acara Family day dari perusahaan di sana.

Rencana kumpul sebelum keberangkatan di setujui jam setengah 6. Walaupun tahu pasti akan molor, saya tetap berusaha datang tepat waktu. Sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia dengan jam karet. Penyebabnya sebenarnya sederhana : Setiap orang menganggap orang lain pasti akan terlambat. Sehingga kita anggap rugi kalau kita datang duluan. Jadilah semuanya telat. Cobalah kita contoh orang Jepang. Orang Jepang itu disiplin nya luar biasa. Di perusahaan saya yang dulu, orang jepang sudah berkeliaran ketika pabrik masih pagi. Entahlah mereka berangkat jam berapa. Yang jelas mereka selalu datang duluan.

Dugaan saya ternyata benar. Sampai di tempat kumpul, ternyata belum ada satupun yang datang. Sambil menunggu teman yang lain, saya memakai perlengkapan safety yang sudah saya siapkan tadi malam. Knee protector lengkap untuk pelindung siku dan lutut. masker, sarung tangan, helm full face, sepatu.

Galau Melilih Jalur

Sambil memakai perlengkapan safety, satu persatu teman saya mulai berdatangan. Mulailah kami berdiskusi. Sebetulnya masalah jalur yang akan dilewati sudah diserahkan sepenuhnya kepada saya sebagai pemimpin rombongan. Tapi saya sendiri sebetulnya juga masih galau. Harus memilih lewat jonggol, atau lewat Purwakarta. Kedua jalur tersebut sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kalau lewat Jonggol, katanya lebih dekat. Cuma, saya sama sekali belum pernah lewat situ. Sama sekali tidak ada gambaran. Selain itu, jalan nya juga bukan aspal. Tapi cor coran. Menurut penuturan temen saya, jalan cor itu mulai dari jonggol sampai Bandung. Tentu ini menjadi pertimbangan sendiri. Mengingat jalan cor biasanya konturnya tidak rata. Terutama di bagian sambungan.

Pilihan kedua adalah lewat Purwakarta. Memang secara jarak lebih jauh. Tapi dilihat dari kualitas jalan sepertinya lebih bagus. Selain itu, semua jenis medan jalan lengkap kalau lewat sini. Mulai jalan lurus untuk uji top speed maupun jalan yang berkelak-kelok untuk uji akselerasi. Saya juga sudah pernah lewat sini ketika Pulang kampung lewat Bandung.

Akhirnya pilihan jatuh lewat jalur Purwakarta. Saya tahu, Duo DOHC ( Satria FU & CB150R ) milik teman saya masih kinyis-kinyis. Sepertinya mereka belum pernah uji top speed. Jalan baru Karawang yang lurus dan sepi itu pasti cocok untuk uji top speed. Ini yang tidak ditemui kalau lewat jonggol. Tapi konsekuensinya, waktu tempuh jadi lebih lama.

Uji Top Speed

duo dohc

Pukul 05:55 semua sudah berkumpul. Hanya ada 5 orang dengan 4 motor. Vario Techno “ban donat”, Yamaha Xeon, Honda CB 150 R, dan Suzuki satria FU 150. Tadinya ada sekitar 9 orang. Tapi mendadak di batalin menjelang hari H. Dengan modal nekat gak tahu jalan, akhirnya kita berangkat.

Rute pertama yang dilalui adalah Cileungsi – Cikarang lewat Setu. Jalan yang sempit dan mulai ramai memaksa berjalan dengan kecepatan sedang. Sampai di pool Cibitung belok kiri. Tadinya mau lurus terus tembus Kawasan Jababeka. Tapi jalan di tutup. Akhirnya kita lewat jalan Utama.

Dari Cibitung pun masih sama. Banyak kemacetan-kemacetan kecil membuat perjalanan sedikit tersendat. Selepas Lemah Abang barulah kita mulai bisa memacu kecepatan motor pada 80 km/j. Sampai di pertigaan jalan baru karawang sein ke kiri. Ambil ke arah jalan baru Karawang. Di sini lah trak yang di tunggu-tunggu. Jalan lumayan lurus, halus dan sepi. Sehingga tidak ragu-ragu untuk membetot throtel sampai mentok. Apalagi suasana pagi itu masih sangat sepi. Hanya ada satu dua motor.

Dari penuturan teman-teman saya CB 150 R hanya berani sampai 119 km/jam . Sebetulnya masih bisa naik. Mungkin masih ciut nyali :mrgreen: . Satria FU tembus 130 km/jam. Vario techno CBS ban donat cuma tembus 80 km/jam. Itupun sudah dibantu “ndayung” dengan tangan ย dan badan rider sudah sampai di dorong-dorong ย oleh pembonceng (kocak :mrgreen: ). Sedangkan xeon saya cuma Tembus 105 km/jam. Biasanya mentok 110 km/jam. Tapi trek keburu habis. Semua nya speed on spedo meter.

Bersambung . . .

Comments»

1. lanangbagus - 01/07/2013

fotonya kurang banyak..:-)

2. Nichoz Ahmad - 01/07/2013

@lanangbagus,,, udah malem bro, mau tidur :mrgreen:

3. rusman - 02/07/2013

mantap…. aku kapan ya

4. at0zz - 02/07/2013

rumahnya dimana?

5. viewie white blog's - 02/07/2013

cileungsinya dimana bos..? sya juga cileungsi nih.. ๐Ÿ˜€

6. IronGixx - 02/07/2013

Kalo dulu jonggol jalanannya masih ancur… kalo lwt purwakarna enaknya jalurnya meliuk2… kalo lwt puncak bosen….

skr jonggol udh bagus ya jalurnya?…

7. kasamago - 02/07/2013

blm kesampean neh ke ciwidey..
nice journey mz..

8. #99 bro. - 02/07/2013

kapan ya punya waktu untuk touring

9. Nichoz Ahmad - 03/07/2013

@rusman,,, keren bro,, cobain naja,,,
@atoz,,, di banyumas bro ๐Ÿ˜€
@viwew,,, kasih tau gak yuaahhh :mrgreen:
@iron,,, ktanya udah di cor smua smpe bandung bro,,, katanya
@kasamago,,, cobain ke ciwidey bro,,, kereennn
@99,,, kapan aja boleh :mrgreen:

10. ipanase - 03/07/2013

aku kapan ya

11. singehsableng - 10/09/2013

wah fotonya pas di kawah diperbanyak dung gan ๐Ÿ˜€

12. handri riyandi - 19/11/2013

Part II nya mana nih ๐Ÿ™