jump to navigation

Konspirasi Terorganisir Pembunuhan Mobil Listrik Juli 24, 2012

Posted by nichoz in : Mobil Listrik, Otomotif , trackback

Inovasi soal mobil listrik akhir-akhir ini kerap didengungkan. Menteri BUMN Dahlan Iskan adalah orang yang paling semangat atas proyek mobil ramah lingkungan ini. Sementara pemerintah sendiri memang ingin menggenjot kendaraan irit bahan bakar  untuk menghemat konsumsi BBM bersubsidi yang semakin membludak.

Dalam pembicaraan dengan merdeka.com, Dahlan mengungkapkan apa yang terjadi dengan industri mobil listrik ini. Padahal, impian adanya mobil bertenaga listrik ini sudah dimulai sejak tahun 1990an yang lalu. Saat ditanya, apa yang menjadi hambatan berkembangnya mobil listrik ini sehingga hingga saat ini masih belum banyak dipakai di masyarakat umum? Dahlan lalu menjawab, “Tonton saja film Hollywood berjudul ‘Who killed the electric car‘. Kurang lebih sama dengan itu,” ujar dia.

Dalam film berdurasi 1,5 jam itu, diungkapkan beberapa kendala perkembangan mobil listrik yang terlalu kompleks. Pembuat film dokumenter tersebut, Chris Paine mengungkapkan bahwa pada tahun 1996 lalu, mobil listrik sudah mulai muncul di California, Amerika Serikat. Selain tidak berisik, kecepatannya pun bisa dibandingkan dengan mobil berbahan bakar minyak. Namun, 10 tahun kemudian, mobil tersebut hilang dari peredaran. Ada apa?

Teknologi mobil listrik dimulai pada saat produsen mobil terbesar di AS, General Motors dan ‘SunRaycer’ memenangkan lomba mobil listrik surya di Australia. Pada waktu itu, CEO General Motors, Roger Smith menantang tim desain yang sama untuk membangun prototipe mobil listrik praktis. Tahun 1990, proyek ini diperluas untuk produksi skala kecil. Badan Sumberdaya Udara California (CARB) waktu itu memandang inovasi GM sebagai pemecahan masalah kualitas udara. Dan memang mobil ini lolos uji emisi dengan emisi nol. Maka dari situ pemerintah negara bagian California memutuskan untuk mengeluarkan kebijakan mobil beremisi nol untuk California. Dalam film ini, diungkapkan beberapa pihak yang bersalah dalam ‘membunuh’ mobil listrik tersebut.

Perusahaan minyak tentu saja menjadi tersangka pembunuhan ini. Hal ini disebabkan perusahaan minyak berpotensi rugi besar akibat penjualan mobil listrik ini yang suatu hari nanti akan meledak. Maka, dia berkolusi dengan pihak lain untuk membunuh kendaraan ramah lingkungan ini.

Pada tahun 1996, GM mulai menyewakan sejumlah kecil mobil listrik ini, yang disebut dengan proyek EV1 (Electric vehicle 1). Namun, dewan direksi GM tidak pernah benar-benar ingin mobil tersebut berhasil karena keuntungan produksi mobil itu sedikit, bahkan hampir tidak ada. Mereka melihat bahwa biaya pengembangan akan menimbulkan kerugian karena ke depannya tidak akan ada pemeliharaan suku cadang. Masalahnya, pemeliharaan suku cadang yang digunakan untuk mobil berbahan bakar minyak itu selama ini membuat perusahaan otomotif untung. Mereka juga mengkhawatirkan bahwa popularitas mobil listrik akan tumbuh dan negara bagian AS lain akan segera mengambil kebijakan yang sama dengan California. Hal ini berarti GM harus membuat mobil listrik lebih banyak dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Upaya GM untuk menahan laju mobil listrik ini adalah dengan memasang baterai kualitas rendah yaitu asam timbal Delco di EV1. Dari iklan juga tak kalah negatifnya, GM mengiklankan mobil listrik malah akan merugikan lingkungan. Pasalnya listrik yang digunakan untuk bahan bakar mobil ini berasal dari listrik bertenaga batubara. Emisi batu energi tersebut dianggap lebih parah dibandingkan dengan minyak bumi. Para ahli yang dibungkam berpendapat bahwa, meskipun listrik mobil tersebut berasal dari pembangkit berbahan bakar batubara, emisi yang dihasilkan masih lebih kecil dibandingkan dengan minyak bumi. Selain itu, emisi pembangkit batubara masih bisa diatur dan jumlahnya lebih sedikit dibandingkan mobil dengan bahan bakar minyak.

Perusahaan-perusahaan mobil juga berpendapat bahwa mereka tidak akan mampu memproduksi mobil listrik tersebut secara teknis dan finansial. Maka mereka bergabung dengan perusahaan minyak menggugat pemerintah Federal untuk menggugat negara bagian California dan membatalkan mandat kewajiban mobil dengan emisi nol (zero emmision vehicle/ZEV).

Perusahaan minyak dan Pemerintahan Federal malah mengusulkan adanya sel bahan bakar hidrogen yang tidak mungkin tersedia dalam 15-20 tahun mendatang. Sementara teknologi baterai sudah tersedia dan biayanya cukup efektif.

Pada tahun 1999, produsen mobil AS mulai mematikan program EV mereka. Sementara GM membeli hak untuk memproduksi mobil Hammer karena akan menguntungkan perusahaan itu. Pajak untuk mobil listrik pun dinaikkan. Pada tahun 2002, pajak untuk kredit kendaraan tersebut mencapai USD 4.000. Sementara untuk tahun 2003 dinaikkan menjadi USD 100.000.

Pada tahun 2004, program penyewaan mobil listrik  oleh GM berakhir. Perusahaan mobil tersebut mulai menarik produk listrik mereka dan mengirimkannya ke tempat penghancuran mobil. Tahun 2004 hingga 2005, banyak warga yang protes akan penarikan itu. Bahkan, mereka menawarkan USD 1,9 juta kepada GM untuk membeli mobil tersebut. Tetapi GM bergeming. Mobil listrik itu tetap dihancurkan. Inovasi mobil listrik, mati saat itu juga.

Ni dia bro film Who Killed The Electric Car.

Semoga bermanfaat,,

Salam Bloger ngapaks…

Sumber…http://www.merdeka.com/uang/kenapa-mobil-listrik-seakan-telah-mati-.html

Comments»

1. Nichoz Ahmad - 24/07/2012

Maaf masbro,,, koment yang kemaren gak ada,,, coz erorr,,, ini bikin lgi atikel yg sama,,,

2. brigade jalan raya - 24/07/2012

Wow… konspirasi… jgn2 nasib sepeda ga ngetren dan digalakkan.lagi juga krn konspirasi yg sama. emm….

3. Nichoz Ahmad - 24/07/2012

@brigade,,,itu mah lain bro,,, sepeda tidak bsa di gunakan untuk mobilitas yang tinggi,,, beda dg kendaraan,,,

4. kickdahlan - 23/08/2012

ini tentang serba-serbi mobil listrik putra petir
http://kickdahlan.wordpress.com/tag/mobil-listrik/

5. hendrajawa - 24/07/2012

read first… podium?

6. hendrajawa - 24/07/2012

lumayan dapat premium hehehe…

7. Nichoz Ahmad - 24/07/2012

@hendrajawa,,, di obral bro,,,wkwkwk

8. MWDS - 24/07/2012

kejam bener ya GM…….!!!

9. gasfuel - 24/07/2012

ceritanya hampir sama dg jaman jebot dulu,, dimana trem di amerika punah secara perlahan setelah dibeli GM.

10. Nichoz Ahmad - 24/07/2012

@mwds,,, nyata apa ngga si bro filmnnya…
@gasfuel,,, GM lagi???

11. ipanase - 24/07/2012

edyan, konpirasi payah 🙁

12. Anonim - 25/07/2012

No Koment lah….Konspirasi Mafia -___-

13. motogokil - 25/07/2012

kisah yang sama dialami oleh prodisen sepeda motor asli indonesia tahun dulu 65-70, dimana orang indonesia dah bisa bikin motor, gara2 produsen motor jepang pada ketakutan, dibikin mandul dan mati suri. Kalo gak percaya, jalan2 ke tegal, pasuruan banyak home industri yang bisa bikin blok mesin dan isinya.

14. KaosKehidupan.org - 25/07/2012

makasih infonya gan
Sekalian blogwalking
Update terus!

KaosKehidupan [Life is a Grace]

15. Nichoz Ahmad - 25/07/2012

@anonimous,,, wkwkwk
@motogokil,,, wuih mantep bro infonnya,,, emng dulu pemerintah kita masih kalah dengan produsen motor,,,
@kaos kehidupan,,, sip bro,,,

16. Aa Ikhwan - 25/07/2012

sip ajib,..nice info 😀

17. Nichoz Ahmad - 25/07/2012

@aa,,, sip,,, ajib juga a,,,

18. Alfido™ - 25/07/2012

info yg bermanfaat masbro…

http://alfido.wordpress.com/2012/07/24/sepeda-motor-listrik-dan-alat-transportasi-bebas-emisi-solusi-yang-lebih-baik-daripada-mobil-listrik/

19. pieser solo - 26/07/2012

wah nice info bro