jump to navigation

Saatnta Indonesia Bangkit,,, Jangan Hanya Pasar Empuk Motor dan Mobil Jepang. Juli 4, 2012

Posted by nichoz in : Lain-lain, Mobil Listrik, Otomotif, Umum , trackback

Kalau melihat geliat pasar otomotif Indonesia sungguh menujukkan perkembangan yang luar biasa. Tahun 2011 saja total penjualan sepeda motor nasional tercatat 8.043.535 unit atau tumbuh 8,7 %di banding penjualan tahun 2010 yang tercatat 7.398.644.  Sedangkan untuk penjualan mobil,,, di tahun 2011 sekitar 900.000 unit atau naik sekitar 18,7 %di banding tahun sebelumnya.

Luar biasa mas bro,,, Tapi alangkah mirisnya ketika smua penjualan itu di dominasi oleh produk-produk jepang. Seolah kita di negri sendiri tidak berdaya melawan moncernya penjualan produk-produk jepang. Seperti Malaysia mulai bangga dengan protonnya,, atau india dengan bajainya,, harusnya kita juga harus mempunya produk juga yang bisa di banggakan.Kalau perlu kita bisa mengekspor produk-produk dalam negri kita.

Tetapi harapan kita untuk punya motor atau mobil nasional tampaknya sudah mulai menunjukkan hasil. Seperti pak jokowi dengan mobil ESEMKA nya,, Mentri BUMN Dahlan Iskan juga tampaknya tidak mau kalah untuk siap mencetak motor dan mobil nasional. Berbeda dengan pak Jokowi ,, Dalan iskan justru sedang memperjuangkan motor dan mobil listrik nasional.

Seperti di kuti dari blog nya pak Dahlan,, ternyata Dahlan Iskan juga sedang menyiapkan konsep motor dan mobil listrik nasional yang sedang di garap oleh pandawa putra petir. Pandawa putra petir itu sendiri terdiri dari orang-orang muda yang luar biasa. Berikut kutipannya,,

Dasep Ahmadi, engineer lulusan ITB dan pendidikan luar negeri sudah lama berada di industri mobil. Kini Dasep mampu memproduksi mesin presisi dan berhasil mengekspornya. Kalau sudah bisa membuat mesin presisi, semua mesin menjadi mudah baginya. Dasep kini lagi menyelesaikan tiga prototipe city electric car. Sudah hampir jadi. Sebulan lagi sudah bisa dikendarai. Bentuknya yang sudah kelihatan, mirip Avanza. Sudah dua kali saya mengunjungi workshopnya.

Danet Suryatama, engineer lulusan ITS dengan gelar doktor dari Michigan USA, sudah lebih 10 tahun menjadi engineer di pabrik mobil AS. Saat pertemuan dengan Presiden SBY itu Danet baru tiba dari USA. Masih belum mandi. Hampir saja tidak sempat hadir. Pesawatnya dari AS terlambat berangkat.

Saya sudah sekali mengunjungi workshop di Jogja yang akan mengerjakan mobil listriknya. Danet menyiapkan prototipe mobil listrik kelas mewah. “Agar jangan ada anggapan mobil listrik itu ecek-ecek,” katanya. Desain mobilnya, yang hanya boleh ditayangkan amat sekilas, membuat penggemar Ferari bisa iri. Dua bulan lagi mobil ini jadi.

Danet sudah siap pulang ke tanah air untuk mengabdikan diri bagi bangsa sendiri. Sudah 20 tahun dia berkarya untuk Amerika. Kini, ibunya yang kelahiran Pacitan, Jatim seperti memanggilnya pulang.

Ravi Desai, lahir dan lulusan Gujarat. Ravi ahli dalam energi dan menekuni konversi energi. Ravi kini menyelesaikan konversi mobil lama yang ingin diubah menjadi mobil listrik. Saat meninjau proyeknya di Serpong minggu lalu, saya lihat ada dua sedan Timor di situ. Timor itulah yang dicopot mesinnya diganti motor listrik. Dua bulan lagi Timor baru itu sudah bisa meluncur di jalan raya.

Mario Rivaldi, spesialis sepeda motor listrik. Lulusan Inggris dan Jerman yang pernah di ITB ini bukan baru membuat, tapi sudah membuat. Bahkan sepeda motornya sudah lolos uji sertifikasi dan sudah dipatenkan. Mario tidak mau karyanya ini disamakan dengan motor listrik dari Tiongkok yang kini beredar di Indonesia. Kelas motornya yang akan diberi merek Abyor itu jauh di atas yang ada.
Tentu karya keempat engineer itu tidak akan bisa disebut mobil listrik nasional kalau komponen buatan dalam negerinya tidak memadai. Itulah sebabnya diperlukan si bungsu dari Pendawa: umurnya masih sangat muda (termuda di antara sang Pendawa) tapi namanya masih harus dirahasiakan. Waktu diminta oleh Bapak Presiden SBY untuk bicara, dia juga hanya bicara seperlunya.

Anak Padang ini ahli membuat komponen motor. Dia sudah punya belasan paten motor di luar negeri. Dia juga bersedia pulang. Untuk menjadi pelopor industri komponen motor di dalam negeri. Sudah 14 tahun dia di negara maju, kini saatnya dia kembali. Semangatnya untuk mengabdi pada bangsa sendiri ternyata begitu tinggi.

“Dalam satu mobil,” kata sang Sadewa ini, “diperlukan 150 motor”. Kalau satu juta mobil diperlukan 150 juta motor. Semuanya impor. Satu pabrik gula besar bisa memerlukan 1.000 motor. Apa saja, memerlukan motor. Tapi kita belum bisa membuatnya.

Sadewa dari Sumbar inilah yang akan mengubahnya. Kini dia sedang membentuk tim yang kuat. Dia akan keliling perguruan tinggi mencari tenaga yang handal untuk menjadi timnya. Dalam tiga bulan ke depan prototipe motornya akan lahir di Bandung. Tentu Sadewa akan memprioritaskan motor untuk mobil listrik nasional lebih dulu.

Sesengguhnya negara kita punya banyak sekali orang-orang hebat. Namun,, sering kali kurang ada perhatian serius dari pemerintah. Semoga dengan ada nya pandawa putra petir ini ,, industri otomotif kita bisa bangkit.,,

Semoga bermanfaat,,,

Salam boger ngapaks…

Comments»

1. bead revoist bms - 04/07/2012

susah bro klo pemerintahx g peduli

2. Nichoz Ahmad - 04/07/2012

@bead,,, la ini pemerintah lewat pak dahlan mulai peduli dg orang2 hebat seperti mereka….

3. Aa Ikhwan - 04/07/2012

ajib,..nah itu dia pemerintahnya gak dukung secara ekonomi dan politik,..atau ada udang di balik peyek 😀

4. bmaster23 - 04/07/2012

nyimak…
http://bmaster23.wordpress.com/2012/07/03/harga-terbaru-s6500-galaxy-mini-2/

5. Nichoz Ahmad - 04/07/2012

@aa,,, insya Allah lewat pak dahlan para ilmuan itu skarang di dukung penuh,,,

@ monggo masbro,,,

6. MWDS - 04/07/2012

asal ada kemauan pasti ada jalan untuk peluang ini…….!!!

7. grandvblog - 04/07/2012

Gimana mau peduli, kalau pejabatnya pada sibuk cari akal gimana caranya cari persenan proyek… 🙂